Ilmuwan Manfaatkan Energi Nuklir untuk Sterilkan Nyamuk Pembawa Penyakit

Teknisi Marianela Garcia Alba, 39, mengamati nyamuk Aedes aegypti di bawah mikroskop di CNEA (Komisi Energi Atom Nasional), di Ezeiza, di pinggiran Buenos Aires, Argentina 12 April 2023.
Teknisi Marianela Garcia Alba, 39, mengamati nyamuk Aedes aegypti di bawah mikroskop di CNEA (Komisi Energi Atom Nasional), di Ezeiza, di pinggiran Buenos Aires, Argentina 12 April 2023.

Kementerian Kesehatan negara itu mencatat lebih dari 130.000 kasus terkonfirmasi pada tahun 2023 dengan 68 kematian.

Para ahli mengatakan salah satu manfaat dari teknik ini adalah tidak adanya racun dan menghindari cara tradisional dengan penyemprotan pestisida. Pendekatan ini menghilangkan paparan racun pada manusia atau hewan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Bacaan Lainnya

Para ilmuwan telah membuat kemajuan besar dalam beberapa dekade terakhir dalam mengurangi ancaman penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, termasuk malaria. Namun demam berdarah merupakan pengecualian: tingkat penularannya terus meningkat.

Ahli biologi dan peneliti independen Andrea Noemi Avalos mengatakan teknik ini tampak menjanjikan, “Saya melihat Teknik Serangga Steril di Argentina ini maju dan menjanjikan. Teknik ini mempunyai tingkat keberhasilan yang luar biasa dalam mengendalikan lalat buah. Jadi, menurut saya teknik ini memiliki potensi besar untuk mengendalikan vektor Demam Berdarah, Aedes aegypti, dan saya yakin kita memiliki semua teknik yang diperlukan untuk melaksanakannya.”

Para pejabat kesehatan di Argentina kini bersiap menghadapi gelombang besar demam berdarah berikutnya, yang diperkirakan terjadi antara Januari dan April 2024. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 358

Pos terkait