“Saya pikir, di banyak pertandingan, juga terjadi di musim ini, kami tidak selalu memiliki pemain yang ingin kami mainkan. Dan itu pasti sebagian tapi sekarang saya memberi Anda alasannya tetapi tidak melihatnya sebagai alasan. Karena meski kami tidak semuanya ikut, kami tetap harus menang karena itu adalah target yang dimiliki Manchester United,” tambahnya.
Dengan tidak lolosnya Setan Merah ke babak 16 besar dan juga ke Liga Europa musim ini, Ten Hag pun berusaha mengambil pelajaran, seperti halnya Rasmus Hojlund yang menemukan ketajamannya dengan lima gol meskipun hingga kini masih nihil gol di Liga Inggris.
“Kami harus menerimanya dan belajar darinya. Kami telah memainkan sepak bola yang bagus di Liga Champions; misalnya Rasmus Hojlund mencetak lima gol dan itu penampilan yang sangat bagus, dan dia harus membawa keyakinan itu ke Liga Premier. Saya pikir itu penting bagi seluruh tim,” jelasnya.
Selain membuat MU tersingkir, kekalahan dari Muenchen juga membuat Ten Hag harus memutar otak karena pemainnya yang cedera bertambah setelah Harry Maguire dan Luke Shaw meringis kesakitan dan ditarik keluar. Maguire diganti pada menit ke-35 oleh Jonny Evans dan Shaw diganti oleh Aaron Wan-Bissaka pada menit ke-46.
“Saya tidak bisa mengatakannya saat ini. Yang jelas, saya harus menunggu 24 jam dan kemudian kami melakukan penilaian, diagnosis, jadi kami harus menunggu,” kata Ten Hag tentang cedera dua pemainnya itu. (siberindo)
Editor: M Sarih





