Para Astrofisikawan Klaim Saksikan Ledakan Kosmis Terbesar

Ilustrasi - "Tebing Kosmik" Nebula Carina dengan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, 12 Juli 2022. (NASA, ESA, CSA, STScI, Webb ERO Production Team/Handout via REUTERS)
Ilustrasi - "Tebing Kosmik" Nebula Carina dengan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, 12 Juli 2022. (NASA, ESA, CSA, STScI, Webb ERO Production Team/Handout via REUTERS)

“Awan material raksasa yang jauh lebih besar daripada bintang normal yang dicabik-cabik oleh atau sebagian dicabik-cabik oleh lubang hitam dan proses penghancuran itu mengirimkan semacam kejutan ke seluruh awan. Guncangan itu sekitar 100 kali ukuran awan tata surya kita. Jadi itu benar-benar raksasa. Jika kita memiliki sesuatu sebesar itu, yang suhunya dua kali lipat daripada matahari, maka benda itu akan bersinar dengan sangat, sangat, sangat terang. Dan, itulah yang kami pikir telah kami lihat,” jelasnya.

Para peneliti kini berharap untuk menemukan apakah peristiwa itu terjadi di galaksi lain.

Bacaan Lainnya

Dr. Wiseman, astrofisikawan dari Universitas Southampton menjelaskan, “Kami tidak memiliki data yang sangat baik tentang bagian alam semesta itu karena letaknya sangat jauh sehingga segala sesuatu di luar sana terlihat sangat redup. Tapi, jika ada sebuah galaksi yang lebih besar dari Bima Sakti kita di luar sana, maka kita akan melihatnya pada gambar kita yang sudah ada sebelumnya. Dalam kenyataan, kita tidak melihatnya. Jadi, itu membingungkan dan kita harus mengarahkan teleskop yang lebih besar dan lebih sensitif begitu ledakan memudar untuk mencoba memahami seperti apa lingkungan di bagian alam semesta itu.”

Menurut Dr. Wiseman, lubang hitam dapat sangat memengaruhi bagaimana galaksi berubah, termasuk perubahan pada warnanya, dan berapa banyak bintang yang dimilikinya, sementara ledakan ini lebih dari dua kali kecerahan peristiwa serupa yang pernah tercatat sebelumnya. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 387

Pos terkait