Ia mengatakan juga akan melakukan penimbunan untuk membendung aliran air dari hasil tambang agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap air yang biasa digunakan oleh masyarakat.

Hanya saja, pihaknya belum bisa melaksanakan hal tersebut karena kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir.
“Kemarin sering hujan jadi tidak bisa, padahal kita sudah sewa alat berat untuk menimbun. Karena kondisi jalan makin sulit maka kita tahan dulu,” katanya.
Junaidi selaku Ketua RT setempat mengatakan aktivitas penambangan yang dilakukan secara tradisional di lokasi tersebut hanya untuk sebagai mata pencarian warga sekitar.
“Kami bekerja di sini semata-mata untuk cari makan aja, bantuan- bantuan untuk warga juga ada sebesar Rp 5 ribu per lori (truk). Bantuan ini untuk pemuda, apabila nanti diperlukan untuk acara-acara sosial. Apabila dana itu tidak cukup, kita juga siap bantu,” katanya. (yra)





