Usai mendengarkan pemaparan Sejarawan itu, Bupati mengaku sudah mengambil satu benang merah mengenai tanggal untuk peringatan Kabupaten Karimun.
“Kita sudah tarik benang merahnya bahwa Karimun terbentuk sesuai awal mula pemerintahannya pada tahun 1824, tapi hal ini akan dibahas dulu dalam seminar ini baru diberikan putusan akhirnya ke pemerintah daerah,” kata Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa ia dan DPRD siap menerima apabila hasil putusan akhir dalam seminar tersebut bisa menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda).
“Pemerintah daerah akan menerima kalau hasil seminar ini bisa dikuatkan dalam Perda, salah satunya tentang hari jadi Karimun ini,” ucap Bupati.
Tidak hanya itu, Bupati menyebut pihaknya akan mendorong agar sejarah Karimun dari hasil seminar tersebut untuk menjadi buku atau muatan lokal pelajaran di sekolah.
“Kita ingin sejarah ini bisa menjadi muatan lokal atau buku di perpustakaan sekolah, untuk itu mari dengar sejarah Karimun yang dibedah cukup komperhensif dan berharga ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Bedah Sejarah Karimun Bertuah, Muhamad Firdaus mengatakan, tujuan digelarnya seminar tersebut untuk melestarikan sejarah Karimun kepada penerus bangsa.
Hal tesebut menjadi alasan pihaknya mengundang banyak pelajar dari berbagai SMP dan SMA dalam seminar tersebut.





