Diakui Rubaidah, tidak mudah memang membuat program air bersih, perlu kajian dan analisis yang dikarenakan kondisi lahan gambut. Untuk itu, pihaknya menggandeng dari Universitas Riau (UNRI) program air bersih ini dapat berjalan dengan sukses.
Menurut Ahli Teknik dari Universitas Riau, Ariyo menyampaikan air yang layak untuk dikonsumsi merupakan air yang berasal dari pengeboran yang dalam, air yang bersumber dari tanah.

“Dengan pengeboran yang dangkal akan menghasilkan air yang berwarna kuning serta cenderung mengandung karat yang mana dapat membahayakan kesehatan warga,” katanya.
Untuk itulah, dirinya bersama team merasa senang bisa berkolaborasi dengan PT Timah Tbk melalui CSR dapat membantu masyarakat Desa Topang dalam menyediakan air bersih dan sejalan dengan program pemerintah dalam menyiapkan air bersih untuk masyarakat.
Camat Rangsang Tunjiarto menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang secara konsisten dan berkelanjutan membantu dan memperhatikan masyarakat di wilayahnya.
“Dalam kesempatan kali ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PT Timah Tbk telah memberikan bantuan khususnya untuk masyarakat Desa Topang yang telah membangun satu unit sumur bor untuk mengatasi kesulitan air di lingkungan sekitar,” katanya.
“Bantuan ini telah mempermudah masyarakat dalam hal air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena air bersih juga merupakan kebutuhan pokok,” sambungnya.
Penyerahan bantuan sumur bor ini dihadiri Kepala Unit Produksi Wilayah Kepri dan Riau Tonggo P. Situmorang, Koordinator PPM Wilayah Kepri dan Riau Eka Budhy Susanto, Camat Rangsang Tunjiarto, Sekdes Topang Rubaidah, Ketua Nelayan Desa Topang Atan serta masyarakat sekitar. (rls)
Baca juga: PT Timah Renovasi Rumah Tahfidz An-Nur, Para Santri Tidak Lagi Menumpang di Rumah Warga





