TANAH DATAR, Jurnalterkini.id — Tidak semua mimpi lahir di kota besar atau daerah bagus. Sebagian justru tumbuh dari tempat yang sederhana, dari doa’ doa’ panjang yang diucapkan ditepati sawah dan dari keberanian pemimpin di daerah untuk menghimpun segala kekuatan yang ada demi mensejahterakan rakyatnya.

Hari itu suasana di Nagari Tanjung Barulak bukan lagi sekedar pemberi hujan yang ditunggu-tunggu dengan cemas, tempat yang selama ini dikenal hanya menunggu turunnya hujan. Bagi Masyarakat di daerah itu hari-hari belakangan terasa berbeda. Dibalik kesibukan sebagai petani sawah tadah hujan, mereka sedang menata harapan baru.
Perlahan tapi pasti, satu persatu kabar baik itu datang, pada Minggu 6 September 2026 di tepian Batang Manganan, pemandangan yang sebelumnya belum pernah ada, mesin berdiri dengan tenang di bawah sinar matahari, tanpa suara, tanpa asap, tanpa tagihan listrik. Penel-panel surya menyerap cahaya, menggerakkan pompa, mendorong air naik menembus bukit, dan mengalir melalui pipa sejauh empat kilometer hingga membasahi petak-petak sawah yang selama ini merindukannya.

Puluhan tahun mereka menanam dengan harap-harap cemas. Jika hujan terlambat, Sawah akan jadi tanah keras. Jika kemarau panjang datang, harapan itu menguap bersama uap air yang tidak pernah cukup. Kini semuanya berubah. Air yang dulu datang dari langit, kini juga dijemput dari sana, bukan lagi menunggu turun, melainkan diambil, diarahkan, dan dialirkan ke lahan yang mereka cintai.
Melalui program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” sistem pompanisasi memanfaatkan sumber air Batang Manganan yang dipompa menggunakan energi surya untuk kemudian dialirkan menuju lahan pertanian di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Dengan berfungsinya sistem ini, seluas 400 hektare lahan sawah tadah hujan kini mendapatkan jaminan pasokan air yang stabil sepanjang tahun.

Ketergantungan pada curah hujan yang tidak menentu berkurang drastis, sehingga petani dapat menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun, meningkatkan hasil panen, dan mengangkat taraf kesejahteraan keluarga.
“Ini bukan sekadar pasang pipa dan mesin. Ini adalah menanamkan kepastian di hati setiap warga,” ujar Gubernur Mahyeldi di hadapan masyarakat yang berkumpul dengan wajah penuh sukacita.
Ketika air mengalir dengan teratur, maka harapan pun tumbuh dengan kokoh, Nagari Tanjung Barulak membuktikan di tempat yang sederhana sekalipun, perubahan besar bisa dimulai.

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Kehadirannya sekaligus menjadi persembahan bermakna dalam menyambut Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81.
Bagi warga Tanjung Barulak, aliran air yang jernih itu lebih dari sekadar kehidupan bagi tanaman. Ia adalah jawaban atas doa yang tak pernah putus, bukti bahwa perhatian tidak hanya datang ke pusat-pusat keramaian, tetapi juga menyentuh sudut-sudut desa yang membutuhkan.
Kini, di bawah sinar matahari yang bersinar terang, mereka tidak lagi mendongak menunggu belas kasih awan. Karena matahari itu sendiri kini telah menjadi sahabat yang menjaga sawah mereka tetap hijau, subur, dan penuh harapan. (Dion).





