Dua pompa rusak, distribusi air bersih Perumda Tirta Mulia Karimun terganggu sepekan

Petugas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun mengecek kerusakan dua mesin pompa intake di SPAM Sei Bati, Selasa (15/9/2026). (Humas Perumda Tirta Mulia Karimun)
Petugas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun mengecek kerusakan dua mesin pompa intake di SPAM Sei Bati, Selasa (15/9/2026). (Humas Perumda Tirta Mulia Karimun)

Karimun (JurnalTerkini.id) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun menginformasikan bahwa pelayanan distribusi air bersih di tiga kecamatan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengalami gangguan akibat kerusakan dua mesin pompa intake, Selasa (15/9/2026)..

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun Ferry Kurniawan di Karimun, Kamis, mengatakan kerusakan terjadi pada pompa submersible di Waduk Sei Bati dan pompa terapung di Waduk Sentani.

Bacaan Lainnya

“Kerusakan pada kedua mesin menyebabkan kapasitas pengambilan air baku untuk sistem pengolahan di SPAM Sei Bati menurun drastis,” kata Ferry.

Penurunan kapasitas pasokan air baku tersebut berdampak langsung pada distribusi air bersih kepada pelanggan di kawasan Kecamatan Tebing, Karimun, dan Meral.

Adapun wilayah yang terdampak gangguan pelayanan meliputi:

Kecamatan Tebing:

Jl. M.T. Haryono
Perumahan Sinar Indah
Perumahan Pandan Wangi
Perumahan Sedayu Daneilla
Perumahan Bukit Carok
Jl. Lubuk Semut
Jl. Teluk Air
Perumahan Karimun Bestari
Jl. Pertambangan
Jl. Bakti
Perumahan Bati Indah
Jl. Telaga
Jl. Pelipit
Perumahan Fantasi
Perumahan Sedayu Peony
Jl. Leho
Perumahan Tulip
Perumahan Coastal Harmoni

Kecamatan Karimun:

Wilayah Kota Balai
Jl. Nusantara
Jl. Setia Budi
Jl. Pramuka
Jl. Trikora
Jl. Tengku Umar
Jl. Pelabuhan Pasar Malam
Jl. Pegadaian
Sekitar Perumahan Balai City Garden
Perumahan Harapan Indah

Kecamatan Meral:

Perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK)
Perumahan Naga Mas (Bati)
Jl. Sungai Raya
Jl. Parit Benut
Jl. Paya Rengas
Gang Ivora Jaya
Perumahan Citra Permata
Perumahan Orchid Sedayu
Jl. Kampung Jawa
Perumahan Sedayu Utopia

Ferry menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pelanggan untuk menghemat serta menampung air selama gangguan berlangsung.

“Perbaikan diproyeksikan memakan waktu sekitar satu minggu karena posisi teknis kedua mesin membutuhkan penanganan khusus. Tim teknis terus bekerja maksimal di lapangan,” ujarnya. (rdi)

Pos terkait