PADANG, Jurnalterkini.id — Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan arahan dan penguatan semangat kepada Dewan Hakim, pelatih, serta seluruh anggota kafilah Sumbar.
Pertemuan berlangsung di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (6/9/2026), sekaligus menjadi momen silaturahmi, permohonan doa restu, dan penyamaan tekad sebelum keberangkatan.
Gubernur Mahyeldi berpesan agar seluruh anggota kafilah memanfaatkan sisa waktu persiapan untuk mematangkan kemampuan, menjaga kekompakan, kedisiplinan, serta meniatkan seluruh perjuangan ini sebagai bagian dari ikhtiar mulia untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan sungguh‑sungguh. Jaga kekompakan, disiplin, dan niatkan seluruh perjuangan ini sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa keikutsertaan ini tidak hanya bertujuan meraih prestasi semata. Lebih dari itu, ajang MTQ harus menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al‑Qur’an, serta mendorong nilai‑nilai suci kitabullah itu benar‑benar tumbuh dan diamalkan dalam kehidupan sehari‑hari.
“Prestasi tentu kita harapkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana Al‑Qur’an benar‑benar menjadi pedoman dalam kehidupan. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga akhlak dan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Gubernur pun mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk turut mendukung lewat doa dan harapan terbaik, agar menjadi kekuatan batin yang menopang langkah para peserta di tanah rantau.
Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumbar, Prof. Ikhwan Matondang, melaporkan bahwa persiapan telah berjalan sebaik mungkin.
Awalnya direncanakan tiga kali pemusatan latihan, namun dua tahap terakhir disatukan demi efisiensi dan penyesuaian anggaran. Meski waktu pemusatan lebih ringkas, semangat dan kesungguhan para pelatih maupun peserta tidak berkurang sedikit pun.
“Walaupun pemusatan latihan kita cukup minim, ini tidak mengurangi semangat para pelatih dan kafilah untuk berjuang mencapai yang terbaik. Kita satukan semangat, insyaallah bisa meraih prestasi,” ungkap Prof. Ikhwan.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan tidak berhenti saat latihan terpusat selesai. Para pelatih terus mendampingi dan membina peserta secara mandiri di tempat masing‑masing, dengan semangat berjuang di jalan Allah. Hal ini menjadi modal kekuatan yang tak ternilai harganya.
Optimisme itu pun kian berkobar menyusul keberhasilan besar yang baru saja dicapai oleh kafilah Korpri Sumbar berhasil mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Nasional Korpri untuk ketiga kalinya berturut‑turut.
Prestasi gemilang ini diyakini menjadi energi positif sekaligus bukti bahwa bibit‑bibit pengamal Al‑Qur’an dari Ranah Minang memiliki kualitas yang tak diragukan.
Kabar membanggakan lainnya datang dari penunjukan lima tokoh Sumatera Barat yang dipercaya duduk sebagai Dewan Hakim di ajang nasional ini. Mereka adalah Prof. Ulfatmi dan Rita Gamasari (cabang Syarhil Qur’an), Ade (cabang Khat Al‑Qur’an), serta Ihsan Nuzula dan Suwardi.
Kafilah Sumbar dijadwalkan akan berangkat menuju Semarang pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Menjelang keberangkatan, seluruh unsur akan terus memoles persiapan hingga menit terakhir, memastikan segala sesuatunya matang dan siap.
Prof. Ikhwan berharap seluruh ikhtiar yang telah digeluti mendapat ridha Allah SWT, sehingga kafilah Sumbar mampu menampilkan wajah terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, dan pulang membawa kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat.





