Upaya Mengatasi Keterbatasan Lahan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir cukup yakin pembangunan hunian vertikal tersebut akan mampu mengatasi masalah keterbatasan lahan, utamanya di kota-kota besar. Selain itu, dengan harga yang cukup terjangkau maka puluhan juta anak muda Indonesia bisa segera memiliki rumah.
“Bapak Presiden juga bicara 58 persen penduduk Indonesia hari ini di bawah usia 40 tahun, dan juga 81 juta generasi milenials dengan status yang berbeda, belum mendapatkan failitas rumah. Oleh karena itu, kami dengan Kementerian PUPR pada waktu itu berinisiasi untuk mengkoordinasikan seluruh BUMN yang ada seperti Perumnas, BTN, BUMN Karya dan lain-lain dan tentu PT KAI yang mempunyai lahan seperti kawasan hari ini. Kita ingin memastikan bahwa masalah hunian yang disinergikan dengan transportasi umum bisa menjadi solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi agar kemacetan bisa dikurangi,” ungkap Erick.
Konsep hunian TOD, kata Erick setidaknya sudah dibangun di tujuh lokasi yakni Depok, Jakarta, Tangerang, Bogor dan Karawang dengan total pendanaan Rp5 triliun dan 8.348 unit. Sampai dengan detik ini, katanya tingkat pembeliannya pun sudah mencapai 65 persen, di mana 41 persen di antaranya dibeli oleh kalangan milenials.
“Kami harapkan, kami bisa terus bisa meningkatkan proyek daripada hunian milenials di berbagai kota ke depannya,” katanya.





