TKP di temukanya Mayat tanpa identitas ditepi Jalan Pantura Kudus–Demak, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Selasa (13/10/2026) malam./Dok Foto.M_E.(jurnalterkini.id/Ponco)
Demak, jurnalterkini.id – Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, menyelidiki kematian seorang pria tanpa identitas yang ditemukan tergeletak di tepi Jalan Pantura Kudus–Demak, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Selasa (13/10/2026) malam.
Pria yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban saat ini menjalani autopsi di RS Bhayangkara Semarang.
Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kematian korban.
“Jenazah korban saat ini masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara Semarang. Kami menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban. Penyelidikan juga terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti di lapangan,” kata Arlan di Mapolres Demak, Rabu (14/10/2026).
Menurut Arlan, sejumlah luka ditemukan pada tubuh korban, antara lain di pelipis kanan, kening, kedua mata, pipi kanan, dan mulut. Petugas juga menemukan luka lecet pada jari-jari kaki korban.
Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab luka maupun kaitannya dengan kematian korban. Hasil autopsi dan pemeriksaan lainnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Arlan menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, seorang saksi yang sedang berada di warung makan di sekitar lokasi mendengar teriakan seorang pengemudi yang menyebut adanya perkelahian.
Saksi kemudian keluar dari warung untuk melihat kejadian tersebut. Saat mendekati lokasi, saksi melihat sejumlah orang meninggalkan tempat kejadian.
Menurut keterangan saksi, orang-orang tersebut juga meneriakkan tuduhan bahwa korban mencuri aki. Polisi masih mendalami keterangan tersebut untuk memastikan apakah tuduhan itu berkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Saksi kemudian menghubungi Polsek Wonosalam. Petugas kepolisian bersama tim terkait mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga menerima keterangan dari saksi lain mengenai sepeda motor Honda Vario berwarna merah yang diduga digunakan sejumlah orang untuk meninggalkan lokasi. Informasi tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang didalami penyidik.
Petugas Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Demak yang tiba di lokasi memeriksa kondisi korban dan menyatakan korban telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk autopsi.
Arlan mengatakan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap identitas korban serta memastikan kronologi kejadian.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut, sehingga identitas korban, motif, serta pihak yang bertanggung jawab dapat dipastikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dugaan pencurian aki yang muncul dalam keterangan awal saksi masih dalam pendalaman. Polisi belum menetapkan hubungan antara tuduhan tersebut dan kematian korban.
Penyidik masih menunggu hasil autopsi serta mendalami keterangan para saksi dan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.
“Kami menangani perkara ini berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan. Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Arlan.
Polres Demak juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut untuk melapor kepada kepolisian guna membantu proses pengungkapan perkara.(Munthohar_Ershi./PH)





