Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo dalam giat rapat koordinasi pengamanan Pilkades 2026, bersama unsur TNI, pengadilan, kejaksaan, dan diikuti seluruh Kapolsek, Danramil, serta camat jajaran Kabupaten Semarang, Kamis (8/10/2026)./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Polres Semarang_Polda Jawa Tengah, memetakan tingkat kerawanan dan menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada 14 Desember 2026.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, persiapan pengamanan dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Semarang, TNI, kejaksaan, pengadilan, serta sejumlah instansi terkait.
“Kemarin kami telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Semarang, unsur TNI, pengadilan, kejaksaan, dan diikuti seluruh Kapolsek, Danramil, serta camat jajaran Kabupaten Semarang,” kata Heru, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi seluruh tahapan Pilkades serentak.
Heru mengatakan, pemetaan kerawanan dilakukan sejak tahap pendaftaran calon hingga penetapan hasil Pilkades.
“Sebanyak 787 personel telah kami siagakan untuk melakukan pengamanan sekaligus mengantisipasi kerawanan, dimulai dari tahap pendaftaran hingga penetapan,” ujarnya.
Sejumlah potensi kerawanan yang menjadi perhatian aparat antara lain praktik politik uang, kampanye terselubung pada masa tenang, kampanye hitam, serta ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial.
Selain itu, polisi mengantisipasi persoalan daftar pemilih tetap (DPT), termasuk kemungkinan adanya data pemilih ganda atau fiktif.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polres Semarang menyiapkan pola pengamanan berlapis dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan tahapan Pilkades.
Pada tahap pencalonan, sebanyak 327 personel akan diterjunkan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 391 personel pada tahap kampanye, masa tenang, hingga pascapemungutan suara.
Sementara itu, pada tahap pra-pemungutan suara dan pemungutan suara yang dinilai menjadi tahapan krusial, kekuatan pengamanan dimaksimalkan hingga 787 personel.
Selain membagi personel berdasarkan tahapan, Polres Semarang juga mengategorikan tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan tingkat kerawanannya.
Untuk TPS kategori rawan, pola pengamanan yang diterapkan yakni dua personel Polri untuk mengamankan enam TPS.
Kategori tersebut mencakup TPS yang berada di permukiman padat, lokasi dengan potensi konflik sosial, jumlah DPT mendekati batas maksimal, adanya potensi protes warga terhadap panitia, serta lokasi yang memiliki waktu tempuh lebih dari satu jam dari markas Polres atau Polsek.
Sementara itu, untuk TPS kategori sangat rawan, pengamanan diperketat dengan menempatkan dua personel Polri pada setiap TPS.
Kategori sangat rawan meliputi TPS yang sulit dijangkau, termasuk lokasi yang terpisah pulau, berjarak lebih dari tiga jam dari markas Polres atau Polsek, wilayah yang berkembang isu kontinjensi, serta lokasi yang berpotensi terjadi aksi protes warga terhadap penyelenggara.
“Kami terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait selama seluruh rangkaian kegiatan Pilkades serentak di Kabupaten Semarang,” kata Heru.
Ia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menentukan pemimpin desa sesuai dengan pilihan masing-masing.
“Harapannya tercipta situasi yang kondusif di Kabupaten Semarang dan masyarakat mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan hasil pilihan di wilayah masing-masing,” ujar Heru.(Jk_Zed/PH)





