Kementerian Luar Negeri Iran dan Korps Garda Revolusi tidak segera menanggapi pertanyaan untuk berita ini. Kantor Perdana Menteri Israel dan Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi pertanyaan.
“Sesuatu dapat terjadi minggu ini oleh Iran dan proksinya… Itu adalah evaluasi AS dan juga Israel,” kata juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan pada Senin.
“Jika ada kejadian pada minggu ini, hal tersebut bisa mempengaruhi pembicaraan yang kami rencanakan digelar pada Kamis,” tambahnya. Pada akhir pekan lalu, Hamas meragukan apakah pembicaraan akan dilanjutkan. Israel dan Hamas telah melakukan beberapa putaran pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tanpa berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Banyak pengamat Israel yang percaya bahwa Iran akan memberikan responsnya segera setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran akan “memberi hukuman berat” kepada Israel atas serangan di Teheran.
Kebijakan regional Iran diputuskan oleh Garda Revolusi yang elite, yang langsung melapor kepada Khamenei, pemimpin tertinggi negara tersebut. Sejak dilantik bulan lalu, presiden baru Iran yang relatif moderat, Masoud Pezeshkian, terus menegaskan sikap anti-Israel dan dukungannya terhadap gerakan perlawanan di seluruh wilayah.
Menurut dua sumber, Iran sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan seorang perwakilan ke perundingan gencatan senjata, yang akan menjadi yang pertama sejak perang dimulai di Gaza.
Perwakilan tersebut tidak akan hadir secara langsung dalam pertemuan, tetapi akan terlibat dalam diskusi di balik layar “untuk menjaga jalur komunikasi diplomatik” dengan Amerika Serikat selama negosiasi berlangsung. Pejabat di Washington, Qatar, dan Mesir belum memberikan tanggapan mengenai apakah Iran akan memainkan peran tidak langsung dalam perundingan.
Dua sumber senior yang dekat dengan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa Teheran akan memberi kesempatan pada negosiasi tersebut, tetapi tetap akan melanjutkan niatnya untuk membalas.
Menurut salah satu sumber, gencatan senjata di Gaza akan memberi Iran alasan untuk merespons dengan cara yang lebih terbatas dan bersifat “simbolis.” [voa]
Jaringan: VOA





