Bantah Adanya Ledakan
Manager Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, membantah bahwa kecelakaan yang melukai dua karyawan PT ITSS disebabkan oleh ledakan di tungku smelter.
Dedy menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat beberapa karyawan sedang membersihkan lantai pabrik dari ceceran terak baja. Untuk memudahkan pembersihan, dilakukan pemotongan terak baja. Setelah pemotongan, seorang karyawan tiba-tiba menyiram air pada terak baja yang baru dipotong dengan tujuan mempercepat pendinginan.
“Namun akibatnya, usai disiram itu terjadi semburan uap panas dan mengenai dua orang karyawan. Akibat kejadian itu kedua karyawan mengalami luka yang langsung dilarikan ke rumah sakit,” kata Dedy Kurniawan dalam pernyataan yang direkam, Jumat (14/6).
Pastikan Ketaatan Regulasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan manajemen PT ITSS dan PT IMIP untuk memastikan ketaatan terhadap regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk menegakkan standar yang tepat dalam industri smelter yang memiliki risiko tinggi.
“Bila diperlukan, Kemenperin akan melakukan inspeksi ke lokasi,” kata Agus Gumiwana dikutip dari siaran pers Kementerian Perindustrian, Jumat (14/6).
Tim Inspeksi dari Kementerian Perindustrian sebelumnya telah merekomendasikan perbaikan penting setelah ledakan fatal pada Desember 2023 yang menelan korban jiwa.
PT ITSS dianjurkan untuk melakukan beberapa perbaikan esensial guna meningkatkan keselamatan operasional, termasuk penyusunan peta risiko di area furnace (tungku pembakaran-red) dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, memastikan implementasi perbaikan sesuai dengan SOP (prosedur operasi standar-red) yang memiliki struktur tanggung jawab berjenjang, serta melakukan kalibrasi berkala terhadap alat ukur dan arus listrik. [voa]
Jaringan: VOA





