1 Mei 1828 Jadi Hari Lahir Karimun

Karimun,JurnalTerkini.id – Tanggal 1 Mei 1828 diklaim sebagai Hari Jadi Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Hal tersebut merupakan hasil dari digelarnya Seminar Bedah Sejarah awal mula Pentadbiran (Pemerintahan) Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Karimun, Minggu (2/10/2022).

Bacaan Lainnya

Seminar tersebut digelar oleh Aliansi Boedak Balai Bersatu yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karimun.

Dimana, sejumlah narasumber dan pakar sejarah yang mumpuni seperti Prof Madya Dato’ Perdana Abdul Malik, Dato’ Wira Adwandi Syahri, Raja Dato’ Wira Malik Hafrizal, dan Raja Syirwansyah zuriat atau keturunan langsung dari para Amir (pemimpin) Karimun terdahulu dilibatkan dalam seminar tersebut.

Kepala Disdikbud Karimun Sugianto mengatakan, pemilihan tanggal itu didasari oleh peristiwa pelantikan Raja Abdulrahman sebagai wakil kerajaan dengan tanda cap formal tertanggal 1 Mei 1828 atau 16 Syawal 1243 Hijriyah.

“Berdasarkan keputusan bersama hasil seminar dari 4 narasumber oleh tim perumus, maka peristiwa penunjukkan Raja Abdulrahman tertanggal 1 mei 1828 menjadi tanggal pentadbiran karimun” kata Sugianto.

Peristiwa 1 Mei 1828 yang menjadi tanggal pentadbiran karimun ini berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang di lakukan oleh Dato’ Wira Aswandi Syahri S.S.

Dato’ Wira menyebut pemerintahan awal di Karimun di pimpin oleh Raja Abdulrahman yang merupakan anak dari yang dipertuan Mida Raja Jaafar dari Penyengat.

“Pertama kali beliau memerintah di karimun adalah tanggal 1 Mei 1828, hal ini berdasarkan bukti arsip surat ingatan yang berisikan tugas atau titah ayahnya kepada Raja Abdulrahman yang harus dijalankan sebagai kepala pemerintahan di karimun,” ujar Dato’ Wira.

Selain itu, kata dia, bukti dokumen lainnya adalah surat dari Raja Abdulrahman yang dikirim ke residence elow di Tanjung Pinang pada 4 Mei 1828 yang mana mengabarkan bahwa ia didapuk sebagai kepala pemerintahan di Karimun.

“Surat dari Raja Abdulrahman saya temukan di perpustakaan Universitas Leiden Belanda pada tahun 2010 lalu, sementara surat dari ayahnya kepada Raja Abdulrahman itu di arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta,” katanya.

Dato’ Wira mengungkapkan bahwa pada masa Pemerintahan Raja Abdulrahman, nama resmi Tanjung Balai Karimun saat itu adalah Karimun Darussalam.

Sebelumnya juga terdapat pendapat lain dari narasumber yang mengatakan bahwa momen yang tepat dijadikan sebagai hari pentadbiran karimun adalah pada saat terjadinya perang Riau Lingga pada 8 November 1827 silam.

“Dalam sejarah penentuan hari jadi memang saat ini terdapat 2 pemikiran, pertama merujuk pada peristiwa heroik seperti perang dan sebagainya yang sifatnya nasionalisme, namun pada berkembangnya zaman, maka penentuan hari jadi suatu daerah tidak lagi berdasarkan peristiwa heroik, melainkan lebih kepada peristiwa politik dan pemerintahan karena jika kita mengambil pemikiran berdasarkan peristiwa perang, itu dokumen dan bukti autentiknya kebanyakan belum jelas,” jelasnya.

Sementara itu, Diyan Midek selaku Ketua Aliansi Boedak Balai Bersatu menyambut baik hasil seminar bedah sejarah tersebut.

“Alhamdulillah, seminar bedah sejarah ini telah menghasilkan awal mula pentadbiran Karimun, hasil seminar ini akan dibawa tim pansus DPRD Karimun ke pemerintah daerah untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda),” ucap Diyan.

Diketahui, dengan ditetapkannya tanggal 1 Mei 1828 sebagai hari jadi Kabupaten Karimun. Artinya Karimun genap berusia 194 tahun tahun ini. (adv)

Pos terkait